Bahasa Indonesia Lebih Sulit Dari Bahasa Inggris


Bagi orang Australia, bahasa Indonesia itu super sulit. Meski seorang dosen bergelar professor yang mengajar bahasa Indonesia di sebuah universitas ternama di Sydney pun mengakui itu.  Ia kurang percaya diri kalau koresponden diminta memakai bahasa Indonesia. Ini pengalaman nyata penulis saat berkoresponden dengannya.  Tentu saja hal itu ditulisnya dalam nada guyon. Barangkali saja akan lain jika tulisan bahasa Indonesia itu dalam bentuk formal. Dalam menulis artikel ilmiah atau buku, misalnya akan relatif mudah mengikuti aturan gramatikalnya.

Beda dengan tulisan informal dan harus dilakukan secara spontan. Sebuah pekerjaan yang tidak gampang. Pernah penulis diminta membantu seorang mahasiswa Australia yang belajar bahasa Indonesia.  Waktu itu dimintai tolong untuk mengoreksi terjemahan bahasa Indonesianya. Saya mendapati bahasa Indonesia terjemahannya amat menggelikan.  Kadang susah diterima maksudnya.

Ia terjemah bahasa inggris indonesia secara harafiah, semacam hasil terjemahan dari mesin penterjemah Google. Apa yang paling membingungkan mereka adalah penggunaan kata awalan dan akhiran. Bagi orang Indonesia penggunaan kata awalan dan akhiran seperti berjalan secara otomatis tanpa mikir lagi.

Kita tidak menyadari bahwa hal itu merupakan kesulitan terbesar bagi masyarakat asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penggunaan yang kurang pas kata awalan dan akhiran akan membuat kalimat benar-benar beda arti dan pengertiannya. Misalnya dari kata dasar “ikut”, jika diberi awalan dan akhiran bisa menjadi “diikutkan”, “diikuti”, “ikuti”, “mengikut”, “mengikuti”, “mengikutkan”, “ikutan” dan lain-lain kata yang bisa dibentuk dari kata dasar “ikut”. Belum lagi jika dijadikan kata benda menjadi “pengikut”.

Contoh kalimat: “Ia diikuti oleh pengikut yang mengikuti dirinya bersama pengikut yang mengikutkan para pengikut lainnya dan membuat orang lain untuk turut ikutan pula.” Wah, bisa bikin puyeng otak mereka dalam memahami apalagi menuliskannya.

Menuliskan bahasa Indonesia harus ada imajinasi tentang sebuah tindakan. Bahkan dalam hal tertentu harus tahu budaya Indonesia. “Dia ikut neneknya”, bukan berarti ia berjalan di belakang atau disamping neneknya tapi ia bertempat tinggal, hidup bersama, dititipkan atau numpang di rumah neneknya. Menjelaskan antara kata “ikut” dan “diikuti” pada mahasiswa Australia yang lagi belajar bahasa Indonesia tidaklah gampang.  Perlu peragaan dengan menggunakan contoh sehari-hari. Dan kadang harus ditambahi contoh kata-kata lain yang akrab dengan dunia keseharian mereka. Dan kalau perlu diberi contoh padanan dalam bahasa Inggris.

Kata “ikut” bisa menjadi “follow”, “been followed”, “is following” dan seterusnya. Dalam kata “Dia ikut neneknya” menjadi “He stays with his grandmother”. Jadi artinya sudah lain lagi. Terjemahan kata “ikut” menjadi sesuatu yang beda sama sekali yakni “stay” atau “live”. Tidak sedikit orang Australia yang bisa berbahasa Indonesia terutama orang-orang yang pernah tinggal di Indonesia untuk waktu yang lama.

Mereka lancar dalam menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari. Menurut mereka belajar bahasa Indonesia itu mudah. Tapi lain lagi jika apakah belajar bahasa Indonesia itu mudah ditanyakan pada orang-orang yang benar-benar mempelajari bahasa Indonesia, sebagaimana seorang professor dalam contoh di atas. Untuk menguasai dengan baik kata awalan dan akhiran perlu waktu lama. Sebagaimana masyarakat Indonesia, penggunaan bahasa Indonesia dalam keseharian mungkin tanpa halangan, tapi akan lain jika diharuskan menuliskannya dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat asing yang belajar bahasa Indonesia.

Mereka akan jauh kesulitan kalau disuruh menulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. (lihat diskusi di sini yang disampaikan oleh KC seorang accredited translator/interpreter dari bahasa Indonesia ke Inggris). Baca juga pengakuan seorang blogger tentang sulitnya mempelajari bahasa Indonesia di sini.

Apakah karena sulitnya dalam mempelajari bahasa Indonesia ini maka pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dan universitas di Australia mulai kehilangan peminatnya? Dibanding pada tahun 1970 hingga 1980 bahasa Indonesia pernah diajarkan ke seluruh sekolah di negara bagian dan di 20 universitas.  Kini peminat bahasa Indonesia turun drastis mencapai 37% pada akhir dekade ini. Menurut Professor David Hill dalam siaran radio Australia, turunnya minat masyarakat Australia untuk belajar bahasa Indonesia disebabkan oleh berbagai hal.

Salah satunya adalah kurang populer negara Indonesia. Indonesia kurang melakukan promosi negaranya dibanding negara lain. Dan juga larangan turisme oleh Department of Foreign Affairs untuk bepergian ke Indonesia menyebabkan lesunya minat untuk belajar bahasa Indonesia (baca di sini).  Program dari PM Kevin RUdd “National Asian Languages and Studies in Schools” yang merupakan daya dorong untuk mempelajari bahasa Indonesia di sekolah dan universitas di Australia juga telah ditinggalkan.

Kesalahan persepsi tentang Indonesia memang diakui oleh banyak orang, demikian kira-kira menurut survey yang dilakukan pada tahun 2011 oleh Lowy Institute.  Dalam survey tersebut sebanyak 77% respondent menyatakan pentingnya untuk punya hubungan dekat antara Australia dan Indonesia di masa depan. Tapi di lain pihak respondent sebanyak 69% menganggap bahwa Indonesia adalah negara diktator dan dibawah kontrol militer. Dan 52% melihat Indonesia sebagai negara yang telah menjalankan demokrasi. Jika persepsi tentang Indonesia ini tidak segera dirubah, maka diperkirakan sepuluh tahun lagi bahasa Indonesia benar-benar akan menghilang dari bahan pengajaran di sekolah dan universitas di Australia selain di negara bagian Victoria dan Northern Territory. (Informasi lebih lengkap bisa download tulisan Professor David Hill di sini) atau juga kunjungi situs ini. Mempelajari bahasa asing memang selamanya tidak mudah.  Namun bukan berarti tidak bisa dan tidak perlu. Bahkan menjadi antipati.

Jika orang Australia merasa enggan untuk belajar bahasa Indonesia karena image negara Indonesia yang negatif di mata mereka, maka hal sama juga berlaku bagi bangsa kita.  Enggan belajar bahasa Inggris karena image negara sumber bahasa Inggris itu. Belum lagi jika penguasaan bahasa Inggris memicu kecemburuan sosial atau sok dianggap jaga image oleh sebagian kalangan.  Padahal bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang memudahkan kita untuk transfer ilmu dan teknologi.

Banyak kalangan masyarakat Australia yang belum mengerti faktor pentingnya peranan dan keberadaan Indonesia di masa depan buat Australia. Dengan penduduk yang kini mencapai 245 juta jiwa, potensi pasar ekonomi Indonesia buat Australia tidak bisa diremehkan begitu saja. Pada tahun 2012 kemarin, diperkirakan jumlah perusahaan Australia di Indonesia sudah mencapai sekitar 400 perusahaan. Dan ini akan bertambah di masa-masa dekade mendatang. Kita sebagai orang Indonesia juga tidak kalah pentingnya untuk belajar bahasa Inggris untuk menghadapi persaingan tenaga kerja di masa depan.*** (HBS)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hsancoko/bahasa-indonesia-lebih-sulit-daripada-bahasa-inggris_552ac069f17e61703ad623a6

Incoming search terms:

  • transelit google bahasa jawa
Read More


Acuan Tarif Penerjemahan

 

Kami bersyukur bahwa pemerintah Indonesia telah mengakui penerjemah sebagai jabatan fungsional dan selain itu juga menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan PMK No. 65/PMK.02 Tahun 2015 Tentang Perubahan Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2016 yang mengatur Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan (halaman 61 butir 5).

 

Perincian biaya tersebut adalah sebagai berikut: (Cuplikan)

 

No.         URAIAN               SATUAN               BIAYA TA 2015

(Rp)

5              SATUAN BIAYA JASA TRANSLATE

5.1          Dari Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia

  1. Dari Bahasa Inggris Halaman jadi      152.000
  2. Dari Bahasa Jepang Halaman jadi      238.000
  3. Dari Bahasa Mandarin Halaman jadi      238.000
  4. Dari Bahasa Belanda Halaman jadi      238.000
  5. Dari Bahasa Prancis Halaman jadi      173.000
  6. Dari Bahasa Jerman Halaman jadi      173.000
  7. Dari Bahasa Asing Lainnya Halaman jadi      238.000

5.2          Dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Daerah/Bahasa Lokal atau sebaliknya   Halaman jadi      120.000

Pada prinsipnya HPI mendukung tarif yang ditetapkan dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan), namun tidak melarang penerjemah untuk memberlakukan tarif yang berbeda karena pada akhirnya tarif yang diberlakukan adalah yang disepakati antara penerjemah dan pengguna jasa.

 

Sebagaimana dapat dilihat di atas, PMK tersebut tidak membedakan antara tarif penerjemahan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dan dari bahasa Indonesia ke bahasa asing, meskipun kita tahu ada perbedaan dalam tingkat kesulitan. Selain itu, tarif PMK juga tidak memperhitungkan perbedaan tingkat kesulitan yang terkait dengan jenis naskah yang diterjemahkan.

 

Dengan memperhatikan hal ini, penerjemah dapat mengenakan biaya tambahan, baik tambahan yang dimasukkan ke dalam tarif yang ditawarkan maupun sebagai biaya tambahan terpisah (surcharge).

 

Contoh ‘biaya tambahan’ adalah biaya:

 

penerjemahan dari bahasa ibu ke bahasa asing

penerjemahan naskah teknik

penerjemahan naskah kedokteran

penerjemahan naskah hukum

penerjemahan naskah bidang minyak dan gas

penerjemahan oleh penerjemah bersumpah

penerjemahan naskah berbentuk cetakan atau gambar (DTP Surcharge)

penerjemahan dengan tenggat waktu yang sangat pendek (rush order)

dan lain-lain.

Acuan Format Terjemahan Halaman Jadi

 

Mengingat PMK tersebut tidak mencantumkan format ‘halaman jadi’, kami merasa perlu memberikan rekomendasi format sebagai berikut:

 

Ukuran kertas   :               A4 (21 x 29,7 cm)

Margin (atas, bawah, kiri, kanan)              :               2,5 cm

Huruf    :               Arial

Ukuran huruf     :               12 points

Jarak antarbaris :               Dobel

Format di atas menghasilkan rata-rata 250 kata bahasa Indonesia per halaman.

 

Acuan Tarif Per Kata

 

Sebagaimana sangat lazim digunakan di dunia terjemahan internasional, meskipun ada pengecualian, tarif penerjemahan pada umumnya menggunakan tarif per kata bahasa sumber. Penggunaan cara perhitungan berdasarkan naskah bahasa sumber ini terutama memberikan  dua manfaat penting jika dibandingkan dengan tarif per halaman, yakni:

 

Sebelum pekerjaan dimulai, penerjemah dan pengguna jasa sudah mengetahui seluruh nilai pekerjaan; dalam hal tarif per halaman jadi, seluruh biaya baru dapat diketahui setelah pekerjaan selesai;

Penerjemah tidak dapat dituduh menggunakan kata-kata yang tidak perlu dengan tujuan memperbanyak jumlah kata.

Acuan Tarif Penyuntingan

 

Penerjemah juga sering diminta untuk melakukan pekerjaan penyuntingan. Tarif yang lazim untuk jenis pekerjaan ini adalah sekitar 50% dari tarif penerjemahan dan dihitung berdasarkan naskah terjemahan.

 

Acuan Tarif Penerjemahan Buku

 

Perlu diingat bahwa tarif PMK di atas berlaku untuk penerjemahan nonbuku. Tarif yang berlaku dalam industri penerbitan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tarif penerjemahan nonbuku. Tarif penerjemahan buku berkisar antara Rp8,5 dan Rp20per karakter atau bermula dari Rp10.000 per halaman jadi (untuk pasangan bahasa Inggris-Indonesia). Namun, sebagaimana telah disebutkan di atas, harga akhir ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penerjemah dan pengguna jasa.

 

Adapun untuk penerjemahan buku atau bagian dari buku untuk pihak selain penerbit buku berlaku acuan tarif penerjemahan umum/nonbuku seperti disebutkan di atas.

 

Demikian acuan tarif ini kami sampaikan agar dapat menjadi pedoman bagi para penerjemah dalam menentukan harga.

 

 

 

Jakarta, 18 Februari 2014

Diperbarui tanggal 15 April 2015

 

Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI)

Incoming search terms:

  • biaya translate bahasa jepang
Read More


Kami menawarkan jasa terjemah berkualitas dengan biaya terjangkau dan hemat. Untuk panduan penetapan biaya terjemah ditentukan berdasarkan deadline terjemah. Berikut beberapa pilihan tarif terjemah bahasa inggris yang kami tawarkan:

Paket/Deadline PengerjaanInggris-IndonesiaIndonesia-Inggris
Kilat Kurang Dari 12 JamRp30.000Rp35.000
1 HariRp24.000Rp26.000
2 HariRp23.000Rp25.000
3 HariRp22.000Rp24.000
4 HariRp21.000Rp23.000
5 HariRp20.000Rp22.000
6 HariRp19.000Rp21.000
1 Minggu (Hemat)Rp15.000Rp17.000
2 Minggu (Super Hemat)Rp10.000Rp12.000
Abstrak (1-3 Hari)Rp40.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Incoming search terms:

  • transelit bahasa inggris
  • translit terjemahan
  • transelit inggris indonesia
  • transelit bahasa inggris ke indonesia
  • transelit bahasa inggris ke bahasa indonesia
  • translit bahasa indonesia ke Inggris
  • transelit inggris ke indonesia
  • terjemaah bahasa inggris ke bahasa Indonesia
  • transelit bahasa indonesia ke bahasa inggris
  • terjemaah inggris ke indonesia
Read More


Perkembangan pertukaran informasi pada era globalisasi telah membuka persaingan besar hampir di setiap aspek lapangan kerja, tidak terlepas diantaranya dunia penerjemahan. Namun, kesiapan Indonesia menjawab tantangan dalam menyambut era globalisasi ini belum sepenuhnya terpenuhi karena belum adanya pembenahan yang menyeluruh terutama pada kualitas penerjemah baik lisan maupun tulisan.

Ketimpangan ini terlihat dari masih adanya kasus peredaran penerjemah yang belum memenuhi standar kompetensi. Hal tersebut setidaknya diakui oleh seorang penerjemah senior, Prof. Dr. Benny H. Hoed yang juga adalah guru besar linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).
“Ada penerjemah yang menggunakan izin penerjemah tersumpah yang sebenarnya dipegang oleh orang lain,” kata Benny Hoed. “Bahkan, ada juga penerjemah tersumpah yang telah meninggal dunia tetapi izinnya tersebut diteruskan oleh anak atau saudaranya,” tambah Benny Hoed yang tidak dapat menyebutkan secara rinci jumlah kasus tersebut.
Pengakuan serupa juga diakui oleh seorang penerjemah tersumpah yang berdomisili di Depok, Tosman Efendi. “Mungkin karena si penerjemah tersumpah terlalu banyak order (terjemahan) lalu penerjemah bersangkutan menyerahkan orderannya itu ke orang yang dikenalnya dan dipercaya dapat menerjemahkan. Ini bisa saja terjadi karena pemerintah provinsi DKI tidak menerapkan pengawasan terhadap izin penerjemah tersumpah yang telah dikeluarkan,” tutur Tosman yang juga adalah seorang pengajar Lembaga Bahasa LIA Depok.
Pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta selama ini ternyata belum mengawasi dan memberlakukan sanksi terhadap pelanggaran tersebut. Staf Administrasi Subag Pelayanan Masyarakat pemprov DKI, Heru Setiawan mengakui belum mengetahui secara pasti kapan pemprov DKI akan meninjau kelayakan pemegang izin penerjemah tersumpah.
Izin penerjemah tersumpah telah dikeluarkan oleh pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1981. Setiap tahunnya, pemprov DKI yang bekerjasama dengan FIB UI menyelenggarakan ujian kompetensi untuk mengeluarkan izin penerjemah tersumpah. Dalam 5 tahun terakhir atau sejak tahun 2003, 110 penerjemah telah diangkat sumpahnya oleh pemprov DKI Jakarta. Khusus pada tahun 2007 saja, sebanyak 29 penerjemah dari 6 bahasa diangkat sumpahnya oleh pemprov DKI Jakarta.
Belum seriusnya sikap pemerintah menindak tegas penerjemah “ilegal” yang menyalahgunakan izin penerjemah tersumpah adalah bagian dari gambaran status penerjemah yang belum diakui oleh pemerintah sebagai profesi yang dihargai. “Hal itu diantaranya mengakibatkan bentuk pelanggaran kompetensi yang terjadi selama ini hanya dapat direspon sebagai pelanggaran kode etik,” jelas Benny Hoed yang terdaftar sebagai salah seorang anggota dewan kehormatan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Menurut Benny Hoed, status penerjemah selama ini sebagian besar belum berdiri sendiri atau masih bergantung pada departemen tertentu dari sejumlah perusahaan di Indonesia.
Di lain pihak, HPI masih melihat ada kesalahan anggapan dalam profesi ini. Seorang penerjemah yang menerjemahkan dalam konteks verbal dinamakan juru bahasa (interpreter). Sementara penerjemah tertulis lebih sering disebut sebagai penerjemah (translator).
Situasinya akan jauh berbeda apabila kita melihat status penerjemah yang diakui sebagai suatu profesi khusus seperti di Australia. Izin penerjemah tersumpah yang dikeluarkan oleh National Accreditation Authority for Translators and Interpreters (NAATI) di Canberra ditinjau setiap 3 tahun sekali.
Menurut Ketua Jurusan Penerjemahan dan Kejurubahasaan di Royal Melbourne Institute of Technology, Dr. Barry Turner, pemegang izin penerjemah tersumpah di Australia mendapatkan kemudahan untuk bekerja di lembaga pemerintah. Mantan anggota intelijen angkatan udara Australia RAAF yang fasih berbahasa Indonesia ini menjelaskan izin penerjemah tersumpah dapat dicabut apabila pemegang izin bersangkutan tidak dapat menunjukkan bukti aktif terlibat dalam profesi penerjemah atau pelatihan untuk terus mengembangkan diri dengan profesi yang digelutinya itu.
Dengan diberlakukannya program peninjauan yang disebut revalidation tersebut, menurut Dr. Barry Turner yang memegang ijin penerjermah tersumpah dari NAATI untuk bahasa Indonesia-Inggris maupun Inggris-Indonesia serta Melayu-inggris, jumlah kasus penyalahgunaan izin penerjemah tersumpah dapat ditekan.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2008/04/06/17494544

jasa penerjemah inggris, jasa translate inggris, jasa terjemah inggris

Incoming search terms:

  • penerjermah bahasa indonesia ke inggris


Belajar terjemah bahasa Inggris secara tepat harus dilakukan setiap orang dalam semua jenjang pendidikan.

Pasalnya, kebutuhan akan pengetahuan pemahaman bahasa Inggris sangat penting untuk membaca berbagai sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Hal ini dapat dimulai dengan fokus pada kemampuan membaca dan menerjemahkan teks bahasa Inggris, baik berupa artikel, buku, koran, website, maupun sumber bacaan lainnya. Apa saja yang mesti dilakukan untuk menerjemahkan bahasa Inggris dengan baik dan benar?

Yang paling pertama harus dilakukan dalam belajar terjemah bahasa Inggris adalah memahami teori membaca dengan pendekatan empirik, yaitu Skills Theory (Teori Keterampilan), menganggap bahwa kemampuan membaca terdiri dari keterampilan-keterampilan membaca yang saling berkaitan (inter-related reading skills). Keterampilan-keterampilan ini terdiri dari keterampilan-keterampilan pokok (macro-skills) dan micro-skills sebagai bagian-bagiannya.

Dari sekian banyak reading skills yang dikemukakan oleh para ahli, ada sekitar lima keterampilan pokok. Yaitu:

1. Menemukan arti kata dalam konteks bacaan. (Deducting the meanings of words from contexts)

Menemukan arti kata dalam konteks bacaan ialah dengan cara melihat kata- kata atau frasa yang mendahului atau mengikuti kata tersebut sehingga dapat diketahui fungsi, jenis kata, dan arti kata tersebut yang tepat dalam bacaan itu.
Contoh:
a.  Because of the heavy rain, some students were not present at the flag ceremony this morning.
(present dalam konteks kalimat ini adalah kata sifat/keadaan dan berarti ‘hadir’).
b. This procedure may not be suitable, at least for the present condition.
(present dalam kalimat ini juga sebagai kata sifat/keadaan, tetapi arti yang tepat adalah ‘sekarang ini’).

2. Memahami bentuk dan arti frasa-frasa non-idiomatik (Understanding the forms and meanings of non-idiomatic phrases)

Berbeda dari frasa-frasa idiomatik yang bentuk dan artinya sudah tetap demikian sehingga cenderung sebagai materi hafalan, maka frasa-frasa non-idiomatik dibentuk berdasarkan kaidah-kaidah tertentu dan tak terbatas jumlahnya. Frasa non-idiomatik yang terutama adalah:

  1. Frasa benda (Noun Phrases)
    Contoh:
    This specially equipped plane flies at a height of 30,000 feet and at a speed af 500 miles an hour.
    (= pesawat yang diperlengkapi secara khusus ini)
    b. Frasa Gerundium (Gerund Phrases)
    Contoh:
    Smoking too much is not good for health.
    (= merokok terlalu banyak)
    c. Frasa Infinitif (Infinitive Phrases)
    Contoh:
    To write a thesis requires careful preparations.
    (= menulis tesis)
    To write a thesis, a student needs much reading and thought about the problem.
    (= untuk menulis tesis)

3. Memahami arti kalimat melalui struktur sintaksis (Understanding sentence meaning through syntactical structures)

Keterampilan ini merupakan aplikasi pengetahuan grammar khususnya syntax dalam mengidentifikasi kata, frasa, atau sub-klausa yang berfungsi sebagai unsur inti kalimat (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan, atau Komplemen). Kesulitan biasanya dijumpai apabila kalimat tersebut kompleks atau mengikuti pola-pola kalimat tertentu yang kurang biasa dalam Bahasa Indonesia.
Contoh:
His idea to leave the course  sounds  strange to us.
S                                  P             Komp
The clerk  can get  the letter  done for you.
S              P              O              Komp.

4. Mengenal dan memahami struktur-struktur retorik (Recognizing and understanding rhetorical structures)

Struktur Retorik merupakan jalinan hubungan antara makna fungsional yang digambarkan oleh unsur-unsur ba­hasa dalam suatu teks bacaan. Struktur ini merupakan kerangka landasan suatu teks dan berkaitan erat dengan tipe topik yang ditulis, tujuan penulis, dan pembaca yang dituju oleh penulis.

Keterampilan mengenal dan memahami struktur retorik ini mencakup pemahaman terhadap arti dan fungsi kata-kata, frasa, tanda baca, dan struktur-struktur tertentu yang digunakan penulis untuk menggambarkan atau menyampaikan ide atau pesan yang ingin dikemukakannya.

Struktur retorik ini ada yang secara eksplisit tergambarkan dengan adanya penanda wacana (discourse markers) tertentu dan ada yang hanya dikenal melalui keterbiasaan (familiarity) pembaca dengan bentuk pengorganisasian teks bacaan dalam Bahasa Inggris.
Struktur retorik ini dijumpai pada tingkat (level) kalimat, alenia atau antarkalimat, dan pada tingkat bacaan secara keseluruhan.
Contoh:
a. Pada tingkat Kalimat
Memahami arti kata/frasa penghubung dan sifat hubungan yang digambarkannya (contrast, causal, condition, emphasis, etc.)
1)  Memahami tanda-tanda bacaan tertentu (additive, inserti­on, conclusive/explanatory)
– ….. since motivation can arouse, sustain, and even
direct the learning behaviour of student, (additive)
2)  Memahami gaya-gaya bahasa (figures of speech)
– The heat of Arabia came out like a drawn sword and struck us speechless, (simile)
– You could have knocked me down with a feather. (hyperbole)
3)  Memahami bentuk-bentuk Eliptik dan Inversi
– Gardening for some people is a pleasant recreation, to others an absorbing hobby. (=     ,    to others

5. Keterampilan Membaca Kritis (Critical Reading Skills)

  1. Memahami tujuan, sudut pandang, dan nada penulis.
    1)  Memahami tujuan penulis
    Misalnya, penulis bermaksud memberikan informasi, mengajukan suatu ide, atau bermaksud mempengaruhi pembaca, dan sebagainya.
    2)     Memahami sudut pandang penulis
    Misalnya, penulis melihat suatu masalah dari sudut ekonomi, politik, pendidikan, agama, dan sebagainya.
    3)     Memahami nada penulis
    Misalnya penulis bernada humor, serius, ironik, sarkastik, dan sebagainya.
    b. Membuat Inferensi, generalisasi, dan konklusi
    c.  Menilai sumber acuan penulis
    Misalnya, penulis berdasarkan fakta, atau berdasarkan inferensi, atau mungkin hanya berdasarkan opini. Contoh:
    Seorang asing lewat di depan rumah kita dan mengatakan ‘Awan tampaknya gelap sekali’, “Hari akan segera Hujan” ‘Cuaca di daerah Anda ini tidak menyenangkan’. Pernyataannya yang pertama ada­lah suatu ‘fakta’ yang dapat diverifikasi; yang kedua merupakan suatu ‘inferensi’; sedangkan yang ketiga adalah ‘opini’ yang merupakan pendapat, kesan, atau keyakinan pribadinya.
  2. Menilai tata-tulis dan bahasa penulis
    1)     Ketepatan penggunaan kata, frasa, kalimat, dan ungkap- an-ungkapan
    2)     Pengembangan kerangka berpikir (frame of thought)
    3)     Pengurutan (sequences)
    4)     Perlu atau tidaknya suatu informasi (relevant/irrelevant information)

Inilah keterampilan-keterampilan membaca yang esensial yang merupakan aplikasi dari pengetahuan atau penguasaan grammar dan kosa kata Bahasa Inggris, organisasi teks bacaan; dan didukung oleh latar belakang pengetahuan yang terkait dengan topik bacaan serta kemampuan kogntif yang memadai.

Untuk menerjemahkan bahasa Inggris, di samping pemahaman teks bacaan dituntut juga penguasaan bahasa Indonesia yang baik agar terjemahan tersebut dapat dimengerti dengan jelas oleh pembaca tetapi tidak bergeser dari ungkapan arti teks bahasa Inggris yang diterjemahkan. Pemahaman ini sangat penting dalam segala bidang aspek ilmu bahasa Inggris, tidak terkecuali bagi yang ingin menguasai materi tes TOEFL, baik PBT, CBT, maupun iBT.

 

Incoming search terms:

  • translit bahasa inggris ke indonesia
  • translate bahasa inggris ke indonesia
  • translate bahasa inggris ke bahasa indonesia
  • terjemah inggris indonesia
  • translet bahasa inggris
  • Translit bahasa indonesia ke bahasa inggris
  • Terjemaah bahasa inggris
  • Translite indonesia inggris
  • translit bahasa inggris
  • translet bahasa inggris ke indonesia
Read More